Nama lengkapnya
adalah Abu Hasan, Ali bin Muhammad bin Habib Al-Mawardi Al-Bahsri Asy-Syafi’i.
Beliau digelari dengan Aqdha Al-Qudhah (Pemimpin para Qadhi) karena
beliau banyak menghasilkan putusan hukum (qadha) dan fatwa saat menjadi
Hakim serta karena luasnya ilmu beliau dalam masalah syar’i.
Beliau lahir di
Basrah, Irak pada tahun 364 H/975 M dan dibesarkan di lingkungan yang penuh
ilmu pengetahuan. Sejak kecil beliau sudah disibukkan dengan Al-Qur’an, Hadits
(riwayah dan dirayah), Fiqih, Ushul dan ilmu-ilmu syar’I lainnya.
Beliau seorang
faqih, hafidz, dan seorang ulama fikir terbesar mazhab Syafi’i yang telah
mengarang ensiklopedia fiqih mazhab Syafi’i yang jumlahnya lebih dari dua puluh
jilid. Al- Mawardi pernah memangku jabatan hakim (qadhi) di berbagai kota. Di
zamannya, beliau menjadi pemimpin para hakim (Aqdha Qudhah) pada pemerintahan
Al-Qaim bin Amrillah Al-‘Abbasi (Dinasti Abbasiyah). Beliau belajar hadits di Basrah pada beberapa
ulama besar hadits, diantaranya:
1. Al-Hasan bin ‘Ali bin Muhammad al-Jaballi
2. Muhammad bin ‘Adi bin Zuhar al-Muqri
3. Muhammad bin al-Ma’li al- Azdi
4. Ja’far bin Muhammad bin al-Fadhal al-
Baghdadi.
Sedangkan dalam
ilmu fiqih beliau belajar kepada Abul Qasim ‘Abdul Wahid bin Muhammad
ash-Shabmari, seorang hakim di Bashrah, dan kepada Abu Hamid Ahmad bin Abi
Thahir al-Isfiraini di Baghdad.
Al-Mawardi
telah banyak menulis kitab yang sangat bermanfaat, diantara kitab-kitabnya yang
sampai pada kita hingga kini adalah:
- Kitab al-Hawi al-Kabir, kitab fiqih mazhab Syafi’i yang berjumlah lebih dari dua puluh jilid.
- Kitab al-Ahkam as-Sulthaniyah, kitab ini membahas tentang hukum ketatanegaraan.
- Kitab Nashihat al-Muluk.
- Kitab Qawanin al-Wizarah wa Siyasat al-Mulk.
- Kitab at-Tafsir.
- Kitab al-Iqna, sebagai ringkasan kitab al-Hawi.
- Kitab Adab al-Qadhi.
- Kitab A’lam an-Nubuwwah
- Kitab al-Amtsal wa al-Hukm
- Kitab al-Bughyah al-‘Ulya fi Adabi ad-Dunya wa ad-Din. Kitab ini lebih dikenal dengan nama Adabu Dunya wa Din.
Al-Mawardi
wafat pada hari selasa di penghujung Rabi’ul awwal tahun 450 H dalam usia 86
tahun. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Bab Harb dan dishalati oleh muridnya,
al-Imam al-Khatib al-Baghdadi.
Mengenal Kitab
Al-Hawi Al-Kabir
Al-Mawardi
menamakan kitabnya Al-Hawi Al-Kabir sebagai sebuah harapan dan doa agar
kitabnya ini mengandung penjelasan terhadap hukum-hukum fiqih secara lengkap
dan menyeluruh (Al-Hawi=Kelengkapan), mudah untuk dipahami, runut serta
otentik. Nama Al-Hawi ini terinspirasi dari kitab karangan Imam Abu Ahmad,
Muhammad bin Sa’id yang ma’ruf dikenal dengan Ibnu Al-Qadhi. Karangan tersebut
juga bernama Al-Hawi.
Pada dasarnya
kitab ini adalah sebuah syarh (komentar) terhadap kitab Al-Mukhtashar
Imam Al-Muzani. Sebagaimana yang diketahui bahwa Al-Muzani meringkas kitab
Al-Umm Imam Asy-Syafi’I dengan kitabnya Al-Mukhtashar. Salah satu tujuannya
adalah untuk memudahkan bagi para penuntut ilmu serta para fuqaha untuk
memahami fiqih Imam Asy-Syafi’i. Maka dengan berlandaskan kepada kitab
Al-Mukhtashar ini, Imam Al-Mawardi pun menulis Al-Hawi Al-Kabir.
Walau begitu,
Al-Mawardi pada hakikatnya tidak hanya memberikan komentar atas kitab
Al-Mukhtashar, namun beliau juga menambahkannya dengan penjelasan-penjelasan
yang berharga. Beliau juga menuliskan beberapa masalah yang menjadi ikhtilaf di
kalangan ulama terutama mazhab yang empat lalu melakukan tarjih atas
pendapat Imam Asy-Syafi’I dan mazhabnya.
Kitab Al-Hawi
ini benar-benar merupakan kitab yang ensiklopedis karena memuat begitu banyak
masalah-masalah detail dalam fiqih. Tak heran kalau kitab ini sangat sering
disebut-sebut oleh ulama fiqih setelahnya terutama fiqih syafi’i. Imam
An-Nawawi dalam Syarh Al-Muhazzab seringkali mengutip pendapat beliau. Jika
ditemukan istilah قاضيان / Qadhiyani / Dua orang
Qadhi dalam kitab fiqih syafi'i (terutama yang lewat jalur Imam An-Nawawi),
maka salah satu dari qadhi tersebut adalah beliau Qadhi al-Mawardi rahimahullah
(yang satunya lagi adalah Qadhi ar-Ruyani, pengarang al-Bahr fi al-Mazhab)
Kitab ini juga
banyak dipuji oleh kalangan ulama. Imam Al-Isnawi mengatakan bahwa “belum
pernah ada kitab yang ditulis seperti kitab ini”. Hal senada juga diungkapkan
oleh Ibnu Haji Khalifah. Ibnu Khalliqan mengatakan “Siapapun yang meneliti
kitab ini akan menemukan bahwa penulisnya adalah orang yang sangat luas dan
dalam ilmunya serta memiliki pengetahuan yang sempurna dalam mazhab ini (mazhab
syafi’i)”.
Secara umum,
kitab ini ditulis dengan urutan bab sama seperti Al-Mukhtashar yakni dimulai
dari Bab At-Thaharah dan diakhiri bab Itq Ummahatu Al-Awlad. Begitu juga dengan
pasal-pasal dan detail masalahnya. Keistimewaannya adalah kitab ini dilengkapi
dengan dalil yang berlandaskan kepada ushul fiqih mazhab syafi’I (yakni Al-Qur’an,
Sunnah, Atsar Sahabat, Ijma’, Qiyas) serta dikuatkan dengan argumentasi yang
meyakinkan. Dalam masalah yang berhubungan dengan kebahasaan, beliau seringkali
menguatkannya dengan syair-syair jahili yang tentu saja memiliki pengaruh besar
terhadap keputusan fiqihnya. Kitab ini juga memuat beberapa ikhtilaf pendapat
antar mazhab yang tentu saja dikuatkan (tarjih) sesuai dengan pendapat
mazhab Syafi’i.
Bagi yang ingin membaca kitab ini, silahkan download dalam bentuk PDF disini
Tentang Imam Al-Muzani dan kitab Al-Mukhtashar-nya silahkan baca disini
Tentang Imam Qadhi Ar-Ruyani dan kitab Al-Bahru fi Al-Mazhab-nya silahkan baca disini

0 comments:
Post a Comment
Silahkan beri komentar, masukan, kritikan